Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2013

Sudoku dan TTS Bikin Otak Sehat

Sabtu, 20 April 2013 | 11:28 WIB

 
shutterstock

Kompas.com – Suplemen seperti minyak ikan dan herbal ginkgo biloba tidak mampu mencegah degradasi otak kognitif. Namun, latihan mental sederhana, seperti bermain sudoku, lebih bagus untuk kesehatan otak, demikian menurut sebuah penelitian.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari St. Michael’s Hospital dilakukan untuk meninjau beberapa studi klinis untuk obat herbal dan vitamin yang dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada orang tua. Ternyata, peneliti menemukan bahwa bermain teka-teki silang dan sudoku lebih ampuh untuk otak tua yang sehat.

Selain suplemen dan obat-obatan herbal lainnya, latihan fisik seperti latihan kekuatan juga tidak begitu berpengaruh dalam mengurangi risiko penurunan kognitif otak.

Pelatihan mental adalah satu-satunya kegiatan yang menunjukkan bukti kuat dalam menjaga kesehatan kognitif pada lansia. Karena kegiatan ini melibatkan latihan dalam mengingat, pengolahan, dan berpikir.

“Lupakan suplemen yang ditawarkan di pasar, metode kuat untuk kesehatan kognitif otak sebenarnya bisa dilakukan dengan bermain teka-teki silang atau sudoku,” kata Dr. Raza Naqvi, kepala peneliti, seperti dilansir DailyMail

Selain rajin bermain sudoku, peneliti menyarankan agar orang tua juga harus mempertahankan diet seimbang, melakukan olahraga teratur, mengontrol berat badan, dan rajin melakukan pemeriksaan kesehatan.


Editor : Lusia Kus Anna

Sabtu, 13 April 2013

Anak-anak tak Boleh Minum Jus Lebih dari 150 Mililiter per Hari



SEORANG anak yang minum jus. Asosiasi Dokter Gigi Inggris menyarankan orang tua untuk tidak terlalu memberikan jus, karena dapat menjadi penyebab kerusakan gigi.**


LONDON, (PRLM).- Asosiasi Dokter Gigi Inggris menyarankan orang tua untuk tidak terlalu memberikan jus atau smoothies kepada anak-anak. Pasalnya, kedua jenis minuman yang diklaim bervitamin itu, menjadi penyebab kerusakan gigi di kalangan anak-anak Inggris.

Seperti dikutip Daily Mail, lembaga tersebut menyarankan, anak-anak tak boleh mengkonsumsi jus lebih dari 150 mili liter per hari (sekitar 3/4 gelas). Dilaporkan, di Inggris, sekitar 25 persen anak-anak rutin mengkonsumsi jus dan mereka ini kerap kali mengalami masalah gigi. (A-133/A-108)***

Jangan Cuma Minum Susu untuk Sarapan

Penulis : Rosmha Widiyani | Sabtu, 13 April 2013 | 07:42 WIB 
 
 
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi
 
Kompas.com - Menu sarapan idealnya memenuhi sepertiga kebutuhan total kalori harian supaya tubuh tetap berenergi dan kebutuhan gizi terpenuhi. Namun cukup banyak orang yang menganggap minum segelas susu atau bahkan teh manis sebagai sarapan.
Meski dalam segelas susu terkandung karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin, tetapi segelas susu sapi hanya mengandung sekitar 60 kalori.
"Jangan cuma minum susu. Lebih baik ditambah asupan lain seperti roti, mi, sereal, atau nasi," kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Prof. Hardinsyah.

Keragaman kuliner Indonesia membuat kita bisa memilih berbagai jenis menu sarapan. Mulai dari umbi-umbian, aneka bubur, nasi uduk, nasi goreng, buah-buahan, sampai sayuran atau pecel yang ditambahi lontong.

Kebiasaan sarapan akan membantu seseorang lebih mudah fokus dan konsentrasi serta selalu berenergi. Bagi mereka yang tidak sempat sarapan di rumah karena alasan tempat kerja atau sekolah yang jauh, disarankan untuk membawa bekal sehingga bisa disantap di kendaraan atau di tempat tujuan.
Sarapan bukan cuma diperlukan anak-anak. Pada orang dewasa yang sedang dalam program diet, kebiasaan sarapan justru bisa mencegah kegemukan. Sarapan akan mencegah kita makan berlebihan di siang hari.


Editor :Lusia Kus Anna

 

Jumat, 05 April 2013

Teh Hitam Bantu Turunkan Tensi Darah

 Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 5 April 2013 | 15:45 WIB
 
 
shutterstock
 
Kompas.com - Banyak cara untuk mengelola tensi darah agar tetap normal, baik melalui obat-obatan atau perubahan pola makan dan gaya hidup. Salah satu cara alami yang bisa dilakukan antara lain dengan rutin mengonsumsi teh hitam.

Variasi tekanan darah bisa menjadi indikasi serius adalah kesalahan dalam sistem kardiovaskular. Misalnya saja peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menjadi gejala awal stroke atau tekanan darah.

Sebuah artikel yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition mengklaim bahwa minum teh hitam cukup efektif untuk menurunkan variasi tekanan darah. Para ilmuwan yakin kandungan dalam teh hitam, bukan kafein, berdampak positif pada penurunan tensi.

Perbedaan antara teh hitam dan teh jenis lainnya adalah teh hitam lebih teroksidasi karena fermentasi daunnya lebih lama. Sebelumnya teh hitam juga diketahui mampu meningkatkan kewaspadaan, mencegah penyakit Parkinson, dan mengatasi pengerasan arteri.

Untuk mengetahui efek teh hitam terhadap tekanan darah, tim peneliti dari Australia melakukan eksperimen yang melibatkan 111 pria dan wanita yang menunjukan gejala pra-hipertensi. Para partisipan ditanyai kebiasaan minum teh perhari dan sudahkah memonitor tensi darah sampai 3 kali dalam kurun waktu 6 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan, minum tiga cangkir teh hitam setiap hari mampu menurunkan variasi tekanan darah sampai 10 persen. Efek minum teh hitam terlihat setelah satu hari dan terus berlanjut dalam enam bulan kebiasaan itu dilakukan.

Selain rajin minum teh hitam, para ahli menyarankan agar orang yang tensi darahnya mulai tinggi untuk rutin memeriksakan dirinya ke dokter. Menjaga pola makan dengan lebih banyak mengasup buah dan sayur, mengurangi stres, serta membatasi konsumsi alkohol dan garam, juga membantu menurunkan tekanan darah.


Stres Akibat Macet Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental






RLM - Terjebak dalam antrean atau kemacetan tak hanya sekadar mengganggu mood. Kejadianitu bisa menjadi gangguan kesehatan mental pada beberapa tahun kemudian. Demikian satu hasil penelitian.

Kejadian sehari-hari yang mengesalkan seperti menunggu dalam antrean atau kemacetan berpengaruh buruk bagi kesehatan mental, tak ubahnya mengonsumsi diet yang jelak atau gagal berolah raga.

Maka, belajar berkepala dingin saat menghadapi stres dari kehidupan modern sehari-hari adalah sangat mendasar seperti diet yang menyehatkan dan rutin berolah raga.

Susan Charles, professor psikologi dan perilaku sosial, mengadakan penelitian untuk mengetahui kejadian menjengkelkan sehari-hari akankah menjadi melemahkan semangat atau justru menguatkan tekad seseorang.

Dengan memakai data dari dua survei nasional, peneliti menemukan respons negatif dari stres sehari-hari seperti bertengkar dengan mitra, perseteruan di tempat kerja, mengantre layanan cukup lama, atau terjebak dalam kemacetan akan menjadi penyebab stres psikologis dan gangguan mood pada sepuluh tahun kemudian.

Berdasarkan temuan tersebut, Professor Charles yang menulis di jurnal ilmiah psikologi menyatakan, ‘Bagaimana kita mengatur emosi sehari-hari akan berpengaruh pada kesehataan mental keseluruhan." (A-88/dailymail)***

Rabu, 01 September 2010

Jalan Cepat Cegah Kanker

Rabu, 1 September 2010 | 11:33 WIB

shutterstock

Kompas.com - Anda tidak perlu menjadi atlet atau berolahraga habis-habisan setiap hari untuk menghindari kanker. Melakukan jalan cepat atau brisk walk 45 menit setiap hari efektif untuk mencegah kanker payudara dan kanker usus.

Para pakar dari The World Cancer Research Fund menegaskan, seluruh aktivitas fisik dengan intensitas sedang, seperti kegiatan jalan cepat, yang mampu meningkatkan detak jantung efektif untuk mencegah penyakit kanker.

Menurut para ahli, yang tak kalah penting adalah total waktu dalam melakukan kegiatan fisik. Dengan kata lain, kita bebas menentukan berbagai kegiatan fisik selama dilakukan minimal 45 menit. Karena itu Anda boleh menggabungkan kegiatan berjalan kaki, bersepeda, berenang, menari, yang digabungkan dengan aktivitas berkebun atau membersihkan rumah.

"Makin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan aktif secara fisik sangat penting untuk mencegah kanker. Kendati begitu, Anda tidak perlu datang ke pusat kebugaran setiap hari. Kita bisa mengurangi risiko kanker dengan melakukan perubahan kecil dan sederhana, seperti melakukan jalan cepat setiap hari," kata Dr.Rachel Thompson, dari World Cancer Research Fund.

Penulis: AN | Editor: Lusia Kus Anna | Sumber :BBC

Sabtu, 21 Agustus 2010

Bengkoang, Efektif Mencerahkan Kulit

Sabtu, 21/8/2010 | 08:47 WIB
Bengkuang, efektif mencerahkan kulit.

KOMPAS.com - Bahan-bahan alami yang kaya nutrisi telah lama diandalkan sebagai sumber perawatan terbaik bagi tubuh kita. Sebenarnya, kita bisa mendapatkan manfaat semua bahan alami itu dengan cara mengonsumsi atau mengolahnya sesuai anjuran dari para ahli gizi. Namun, efek sehat yang akan dirasakan kulit kita dari olahan tersebut ternyata tidak terlalu besar.

Hal ini dijelaskan oleh Mary Lupo, MD, spesialis kulit bidang klinis di Tulane University School of Medicine. Ia lantas mengemukakan solusi lain yang lebih efektif, yaitu dengan cara mengaplikasikan bahan-bahan alami itu pada tubuh kita. Salah satu contoh penggunaan bahan alami untuk kecantikan yang mungkin sudah Anda kenal adalah bengkuang (sering juga disebut bengkoang).

Tanaman umbi ini biasa ditemukan dalam masker, lulur, sabun wajah, pelembab, dan lotion. Bengkuang terbukti menyegarkan, karena akar umbi dari bengkuang memiliki kandungan air yang tinggi, sekitar 86-90 persen, sehingga memberi efek melembabkan.

Sementara itu, dalam penelitian berjudul The Exploration of Whitening and Sun Screening Compounds in Bengkoang Roots (Pachyrhizus erosus) oleh Endang Lukitaningsih dari Universitat Wurzburg, Jerman, disebutkan bahwa bengkuang mengandung vitamin C, flavonoid, dan saponin yang merupakan tabir surya alami untuk mencegah kulit rusak oleh radikal bebas. Plus, zat fenolik dalam bengkuang cukup efektif menghambat proses pembentukan melanin, sehingga pigmentasi akibat hormon, sinar matahari, dan bekas jerawat dapat dicegah dan dikurangi.

Anjuran pemakaian
Produk berbahan bengkuang bisa diaplikasikan ke wajah dan tubuh. Coba buat masker bengkuang sendiri.
Caranya: Kupas dan bersihkan bengkuang, lalu parut sampai halus. Tempelkan merata pada permukaan wajah atau area kulit yang bernoda. Diamkan sampai mengering, sekitar 40 menit, lalu bilas dengan air bersih. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

(Prevention Indonesia/Intan Sari Boenarco)


Editor: Dini

Jumat, 20 Agustus 2010

10 Kesalahan Saat Menyikat Gigi

Jumat, 20/8/2010 | 11:05 WIB
Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung sodium fluoride dan zinc citrate bisa membantu kurangi 8 masalah gigi dan mulut.

KOMPAS.com - Bagaimana kebiasaan Anda menyikat gigi? Sudah melakukan saran dokter untuk menyikat gigi minimal 2 kali dalam sehari? Tak lupa menyikat lidah pula? Ya, Anda bisa saja percaya diri sudah membersihkan gigi dengan baik dan sesuai aturan. Tetapi kadang, ada saatnya Anda lalai dan menganggap hal-hal sepele tidak akan bermasalah pada gigi kuat Anda. Padahal, hal-hal kecil pun bisa mendatangkan masalah di seputar mulut. Apa sajakah?

1. Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat
Jika Anda perhatikan, ada berbagai ukuran sikat gigi ada banyak ragamnya. Richard H. Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, "Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar."

2. Memilih Bulu Sikat yang Salah
Ada beberapa tipe sikat pada sikat gigi. Ada yang memiliki sudut menyempit, ada yang rata, ada yang pakai karet. Apakah ada satu tipe yang lebih baik? Menurut para dokter gigi di WebMD, tak ada pengaruh lebih. Nampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi. Terlalu lembut

3. Kurang Sering atau Kurang Lama
Selama ini kita disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari, namun menurut para dokter di WebMD, tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.

4. Menyikat Gigi Terlalu Keras atau Terlalu Sering
Seperti disebutkan, menyikat gigi 3 kali dalam sehari memang ideal, namun, jika terlalu sering, bisa jadi kompulsif. Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.

5. Tidak Menyikat dengan Benar
Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah, serta pada lidah.

6. Selalu Memulai Pada Titik yang Sama
Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. "Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi 'malas' untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir," jelas Price.

7. Melewatkan Bagian Dalam Gigi
Kebanyakan orang, ternyata seringkali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.

8. Kurang Bersih Membilas
Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.

9. Membiarkan Sikat Gigi Dalam Keadaan Basah
Anda pasti sudah tahu, bahwa bakteri senang hidup dalam kondisi lembab. Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.

10. Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering
ADA merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian, atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.


NAD

Editor: Nadia Felicia


Sumber: WebMD

Rabu, 03 Februari 2010

Inilah, Rahasia di Balik Otak Anak Perempuan

Senin, 1 Februari 2010 | 14:08 WIB


shutterstock
Ilustrasi: Dengan rahasia-rahasianya itu, membaca dan menulis tidak akan menyulitkan seorang anak perempuan.


JAKARTA, KOMPAS.com - Struktur otak yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan sangat berperan besar pengaruhnya pada pola belajar dan kerja otak mereka masing-masing, meskipun sebetulnya perbedaan itu tidak berlaku secata mutlak pada semua kasus.

Demikian dikatakan oleh Michael Gurian dalam bukunya berjudul Boys and Girls Learn Differently!: A Guide for Teachers and Parents. Dia menjelaskan, berdasarkan pengamatannya dari positron emission tomography (PET) dan magnetic resonance imaging (MRI) yang mengurai struktur otak dengan sangat detail, otak keduanya memiliki sistem belajar yang berbeda satu sama lain.

Gurian lalu membuka tabir perbedaan tersebut berdasarkan pengamatannya. Dan, fokus pertama yang menjadi perhatiannya adalah otak anak perempuan yang penuh rahasia. Beberapa rahasia di balik otak anak perempuan menurutnya antara lain:

- Corpus callosum atau penghubung jaringan antar bagian otak pada perempuan rata-rata lebih besar hingga 25 % pada saat akil balig. Ini memungkinkan terjadikan komunikasi saling-silang dalam otak yang membuat mereka kerap berkomunikasi sendiri.

- Memiliki konektor lebih kuat dalam lobes atau salah satu bagian dari otak. Manfaat konektor ini memungkinkan seorang anak perempuan menyimpan memori sensualitas lebih detil dan punya kemampuan mendengar dan membedakan nada suara dengan lebih baik. Tak heran, mereka lebih terampil dalam mengerjakan tugas-tugas tertulis.

- Memiliki hippocampus atau area penyimpan memori dalam otak yang lebih besar. Ini sangat menguntungkan bagi kemampuan belajar anak perempuan, terutama untuk pelajaran bahasa.

- Selain lebih aktif, prefrontal cortex atau bagian otak lain dari seorang anak perempuan juga berkembang lebih awal. Hal tersebut cenderung menjadikan anak perempuan tidak impulsif.

- Anak perempuan lebih mudah mengatur emosi dan bicaranya, karena mereka lebih sering menggunakan area korteks.

Berdasarkan pengamatannya dari beberapa rahasia di balik otak anak perempuan itu, Gurian menyimpulkan, tentu sangat bisa dimengerti jika anak perempuan lebih cakap membaca dan menulis. Hal itu bisa dibuktikan pada anak perempuan sejak mereka balita dan sepanjang usianya dewasa.

Membaca dan menulis tidak akan menyulitkan seorang anak perempuan. Mereka bisa duduk tenang lebih lama, mendengar dan mengenali nada suara, serta berbicara dalam hati.

Di sisi lain, dengan volume darah yang mengalir ke otak perempuan lebih banyak 15 persen dari otak laki-laki, hal itu sangat mendorong otak mereka dengam mudah melalui proses-proses stimulasi, membaca dan menulis, yang melibatkan tekstur, nada suara, serta aktivitas kejiwaannya dengan baik.


Penulis: LTF | Editor: latief

Senin, 01 Februari 2010

Pakar: Jilbab Cegah Penyakit Kulit

Senin, 14 Desember 2009 | 08:36 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Sejumlah peserta lomba memadupadankan jilbab dalam lomba memakai jilbab yang diselenggarakan sebuah lembaga di Kota Semarang, Jawa Tengah, di Lembaga Pemasyarakatan Wanita, Kota Semarang, Jumat (4/9).

TERKAIT:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jilbab berguna bagi kesehatan, terutama mencegah munculnya penyakit dan kelainan pada kulit yang disebabkan oleh sinar matahari, kata pakar ilmu kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Warih Andan Puspitosari.

"Sinar matahari dapat menimbulkan berbagai kelainan kulit, seperti sunburn (kulit merah-merah), solar keratosis, solar urticaria, photosensitivity, dan kanker kulit," katanya di Yogyakarta.

Menurut dia, jilbab berguna untuk menutupi kulit untuk meminimalkan sapuan sinar matahari di kulit. Apalagi, sekarang lapisan ozon semakin menipis akibat pemanasan global.

"Kondisi itu menyebabkan sinar ultraviolet memiliki potensi lebih besar untuk mengenai kulit secara langsung tanpa disaring terlebih dulu oleh lapisan ozon," kata dosen Fakultas Kedokteran UMY itu.

Ia mengatakan, berjilbab juga bisa melindungi para muslimah dari berbagai pelecehan seksual. Saat ini kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kalangan remaja cukup memprihatinkan.

"Data dari Rifka Annisa menunjukkan, pada remaja berusia 12-21 tahun telah terjadi 137 kasus kekerasan dalam pacaran, 44 kasus pelecehan seksual, dan 78 kasus pemerkosaan," katanya.

Selain itu, berdasarkan data konseling PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2007, angka kehamilan tidak diinginkan pada usia SMP sampai perguruan tinggi mencapai 430 kasus.

Berdasarkan data memprihatinkan tersebut, menurut dia, Muslimah diharapkan memakai jilbab agar terhindar dari berbagai pelecehan seksual. Bahkan, mereka akan dihargai oleh orang-orang di lingkungannya.

"Kaum Muslimah jangan takut berjilbab. Berjilbab tidak akan menghambat aktivitas, apalagi pada zaman sekarang, di mana kaum muslimah diberikan kebebasan memakai jilbab dengan berbagai model, berbeda dengan beberapa tahun lalu," katanya.

Kamis, 05 Juni 2008

Wah, 800.000 Warga Ramai-ramai Minum Obat Cacing

Kamis, 5 Juni 2008 | 11:42 WIB


TPGImages



BOGOR, KAMIS - Sekitar 800.000 dari 955.000 jiwa warga Kota Bogor, Jumat (6/6) sore besok, akan minum obat cacing secara serentak untuk mencegah wabah penyakit filariasis atau kaki gajah. Pencanangan minum obat cacing secara serentak ini akan ditandai dengan minum obat cacing bersama oleh pejabat Departemen Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Hani Rono, SpOG, Wali Kota Bogor Diani Budiarto, Ketua DPRD Kota Bogor Tb Tatang Muchtar, Muspida Kota Bogor, dan para pejabat Pemerintah Kota Bogor di halaman Balaikota Bogor.

Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Pinantari Hanum mengatakan, gerakan minum obat cacing massal itu untuk menghambat penyebaran penyakit filariasis atau kaki gajah. "Gerakan minum obat cacing massal secara serentak ini diprogramkan Pemerintah Kota Bogor selama lima tahun berturut-turut dan tahun ini adala tahun kedua," kata Sri Pinantari Hanum.

Dijelaskan Sri, warga Kota Bogor yang menjadi sasaran gerakan minum obat cacing massal ini adalah mereka yang berusia 2-65 tahun dan dalam kondisi sehat. Warga yang tidak diperkenankan minum obat cacing, kata dia, adalah bayi berusia kurang dari dua tahun, warga yang sedang sakit, serta ibu hamil.

"Sedangkan, penderita hipertensi bisa meminum obat cacing dengan sangat hati-hati dan dalam pengawasan petugas kesehatan. Warga yang demam ringan juga masih bisa meminum obat cacing dalam pengawasan petugas kesehatan," katanya menjelaskan.

Dikatakan Sri, obat cacing antifilariasis yang diberikan adalah jenis diehtylcarbamanize citrate (DEC) dan abendazole yang bisa memberantas cacing filaria dan cacing lainnya sampai ke sel darah. Cacing filaria yang diberantas berukuran sangat kecil dan hidup di sel darah sehingga diberikan obat cacing khusus. "Guna mengurangi efek demam kepada warga yang telah meminum obat cacing, juga diberikan paracetamol yang berfungsi mencegah kenaikan temperatur tubuh," katanya.

Menurut dia, obat cacing ini bekerja lebih efektif pada sore dan malam hari sehingga minum obat cacing massal ini dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00.

Untuk pelaksanaan pemberian obat cacing secara serentak kepada sekitar 800.000 warga Kota Bogor, menurut Sri, dinas kesehatan telah melatih dan menyiapkan sekitar 5.000 petugas, yakni kader posyandu dan ibu-ibu PKK, yang dipusatkan di posyandu, kantor RT, dan kantor RW di seluruh Kota Bogor.

Gerakan minum obat cacing secara serentak ini dilakukan Pemerintah Kota Bogor, karena berdasarkan hasil survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kota Bogor adalah salah satu daerah endemis filariasis sejak 2005. Dari survei darah yang dilakukan, ditemukan lebih dari satu persen warga Bogor positif filariasis, sementara warga yang sudah terkena penyakit filariasis berjumlah 31 orang.

Untuk memberantas wabah penyakit filariasis, kata dia, WHO menyarankan agar warga Bogor minum obat cacing secara rutin setiap tahun selama 10 tahun. Dengan memprogramkan minum obat cacing selama lima tahun diharapkan sebanyak 85 persen penyakit ini bisa diberantas.

msh
Sumber : Antara

Rabu, 28 Mei 2008

Anak Kena Asap Rokok Rentan Penyakit


TPGImages

Rabu, 28 Mei 2008 | 12:37 WIB

BAHAYA asap rokok memang tidak terbantahkan lagi bagi kesehatan. Ancaman bukan hanya berlaku buat si perokok, tapi juga orang-orang di sekitarnya yang ikut menghirup asap rokok yang dikenal istilah second hand smoke (SHS) atau perokok pasif.

Yang lebih mencemaskan, asap rokok juga ternyata menyebabkan ancaman kerugian lebih besar kepada anak-anak. Menurut hasil sebuah penelitian terbaru para ilmuan dari Universitas Hongkong, bayi dan anak-anak yang akrab bersama asap rokok menjadi rentan terhadap berbagai macam infeksi dan penyakit serius.

Laporan riset yang dimuat dalam website Tobacco Control (http://tobaccocontrol.bmj.com) itu menyebutkan bahwa bayi dan anak-anak yang berada di lingkungan perokok tercatat 50 persen lebih sering berobat ke rumah sakit akibat penyakit infeksi. Riset itu juga menyatakan, satu dari tiga anak yang berjarak sekitar tiga meter dari asap rokok pada awal masa-masa hidupnya kerap harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dalam risetnya, para peneliti melibatkan 7,402 anak-anak di Hong Kong yang lahir antara April hingga May 1997. Para peneliti mengikuti perkembangan anak ini sejak lahir hingga usia 8 tahun.

Catatan penting lainnya dari riset ini adalah dampak asap rokok ternyata lebih berbahaya bagi anak-anak yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari normal. Anak-anak perokok pasif juga 75 persen lebih sering menjalani pengobatan penyakit seperti gangguan pernafasan dan meningitis.

Penulis riset, dari Universitas Hong Kong mengindikasikan mengihirup asap rokok atau menjadi perokok pasif membuat kekebalan tubuh menjadi lemah dan memicu timbulny penyakit pernafasan.

"Risiko tambahan dari morbiditas yang parah dari gangguan pernafasan serta infeksi lainnya pada bayi yang terpapar asap rokok, sebagaimana halnya adanya kontak langsung asap rokok dengan saluran pernafasan, juga berdampak pada sistem kekebalan," peneliti menyimpulkan.

AC
Sumber : sky