Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

Kingdom Tower akan jadi Gedung Tertinggi di Dunia?



GEDUNG Burj Khalifa (kiri) dan Kingdom Tower yang akan dibangun di Jeddah (kanan).*
 
 
 
DUBAI, (PRLM).- Status gedung Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi di dunia akan segera berakhir. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi berencana membangun gedung yang lebih tinggi lagi.

Dilaporkan Saudi Gazette, nama gedung baru yang akan menjulang setinggi 3.280 kaki atau 1.000 meter lebih dan dibangun di Jeddah itu akan diberi nama Kingdom Tower.
Burj Khalifa, yang saat ini tercatat di Guinness sebagai gedung tertinggi di dunia, memiliki tinggi 2.716 kaki atau 827 meter.

Consultants Advanced Construction Technology Services (ACTS) mengumumkan pengujian seluruh material gedung telah dilakukan, dan pembangunan akan dimulai pekan depan.

Pembangunan Kingdom Tower diperkirakan menelan biaya 1,23 miliar dolar AS. Gedung 200 lantai ini akan menghadap ke Laut Merah, dan pembuatannya membutuhkan kira-kira 5,7 juta kaki persegi beton, dan 80 ribu ton baja.

Membangun gedung tinggi di tepi pantai sangat tidak mudah. Garam berpotensi merusak. Pondasi sedalam 60 meter harus mampu menahan air asin di dekatnya. Akibatnya, ACTS akan menguji kekuatan beton.

Beban angin juga akan menjadi masalah. Untuk mengatasi terpaan angin, menara kemungkinan akan berubah bentuk secara teratur. (saudi gazette/A-89)***

Sabtu, 13 April 2013

Mobil Listrik Menristek Pakai Girbok

Penulis: Aris F. Harvenda/Yunanto Wiji Utomo | Sabtu, 13 April 2013 | 15:05 WIB

 
Sumber : KompasOtomotif | Author : istimewa
Menggunakan motor listrik buatan LIPI


Jakarta, KompasOtomotif - Jika Tucuxi - mobil listrik milik Dahlan Iskan, Menteri BUMN - hanya memiliki tuas untuk maju, mundur dan netral, punya Menristek sudah menggunakan transmisi seperti mobil konvensional. "Mobil listrik yang kita garap menggunakan girbok tipe manual. Karena saat ini banyak kalangan masih terbiasa dengan model tersebut," urai Abdul Hapid, Koordinator Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia kepada KompasOtomotif, kemarin (12/4).

Jenis dan spesifikasi girboks masih dirahasiakan oleh pihak LIPI. Namun ada indikasi yang digunakan adalah transmisi mobil yang beredar di Indonesia. "Kita masih pakai yang ada namun sudah dimodifikasi agar bisa sesuai dengan motor listriknya," tambahnya.

Spesifikasi motor listrik juga masih dirahasiakan. "Untuk urusan mesin dan girboksnya saya tidak tahu, itu semua LIPI yang garap. Tugas saya hanya bikin karoseri saja," papar Andre Mulyadi, pungawa Signal Kustom yang saat dihubungi sedang berada di Malaysia.

Di Bawah Rp 100 juta
Proyek mobil listrik ini dikabarkan menggunakan anggaran Kemenristek tahun lalu. Nominalnya pun jauh di bawah jumlah yang dikeluarkan oleh Dahlan Iskan. Hal tersebut dikarenakan beberapa komponen menggunakan produk lokal. Bahkan motornya pun murni rakitan LIPI.

"Untuk biaya riset dan pembuatan prototipe ini tak sampai Rp 1 miliar. Bahkan kalau jadi diproduksi pun harga jualnya diusahakan tidak lebih dari Rp 100 juta, karena masuk kategori mobil murah ramah lingkungan (LCGC)," ungkap Gusti Muhammad Hatta, Menristek, kepada Kompas.com.

Editor : Bastian

Rabu, 10 April 2013

Bahayanya Main Game Tanpa Antivirus


 
 
 
(J Castro/sxc.hu)
 
KOMPAS.com - Para pemain game online ternyata berpotensi tinggi terpapar ancaman cyber. Hal itu bisa terjadi karena seringkali para gamer online menonaktifkan aplikasi keamanan pada komputernya, membuat sistem komputernya tidak terlindungi sama sekali.

Mengapa pemain game online memutuskan untuk mematikan aplikasi keamanan? Jawabannya cukup sederhana. Mereka tidak ingin game yang dimainkan menjadi "berat" atau menyebabkan lagi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga keamanan Eset terhadap 1.000 pemain game asal Inggris, sekitar 30 persen diantaranya mengakui telah menutup aplikasi keamanan komputernya sebelum mulai bermain.

Akhirnya, karena sudah tidak ada lagi pengamanan, separuh dari mereka yang menonaktifkan fitur keamanan terkena infeksi malware dan butuh lebih dari dua hari untuk melakukan perbaikan komputer agar kembali normal.

Pertanyaannya, apa saja ancaman terbesar yang sebenarnya dihadapi oleh para gamer online? Menurut Eset dalam keterangan pers yang diterima KompasTekno, Selasa (9/4/2013), ada empat ancaman yang terus mengintai para pemain game online.

1. Phishing: Hati-hati dengan situs-situs game palsu yang menebar ancaman di dunia game online dan beberapa diantaranya menggunakan URL yang sepintas mirip dengan aslinya. Apabila terjebak, bisa saja komputer gamer terinfeksi malware dan kehilangan berbagai data pribadi.

2. Situs jejaring sosial: Banyak akun Facebook palsu yang dibuat untuk kebutuhan melakukan tindak kejahatan. Akun tersebut mengklaim bahwa mereka adalah pengembang game resmi. Sangat dihimbau untuk tidak memberi data pribadi apapun kepada situs seperti ini.

3. Game-game yang mengandung konten malware dan cheating software: Game komputer yang palsu, atau hasil crack potensial menjadi penyebar malware dan menyebar lewat internet. Para gamer dihimbau untuk ekstra hati-hati dengan email attachment dan USB flash drive.

4. Malware: Saat ini malware game online yang paling luas penyebarannya adalah Win32/PSW.OnLineGames sejenis Trojan yang digunakan untuk melakukan aksi serangan phishing, dan targetnya adalah gamer. Malware jenis ini umumnya muncul dengan keylogging dan rootkit yang beraksi mengumpulkan informasi yang terkait dengan online games dan data user.

Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, ESET memberikan beberapa tip sederhana.

1. Gunakan antivirus: Gunakan software antivirus yang memiliki fitur Antispyware dan Firewall, serta selalu update secara real time.

2. Password: Selalu gunakan password yang tidak mudah ditebak dan berbeda untuk masing-masing akun berbeda.

3. Ketik URL game yang ingin dimainkan. Dengan demikian Anda terhindar dari link-link berbahaya yang muncul di search engine karena salah klik.

4. Unduh game dari situs resmi atau beli CD asli agar terjamin kualitasnya. Jangan gunakan game hasil cracked, karena berpotensi mengandung malware.

5. Bermainlah dengan jujur, hindari patch untuk melakukan cheat pada game yang biasanya karena berpotensi mengandung malware.
 
Editor: Reza Wahyudi

Peneliti Kembangkan Kamera Laser 3D



KAMERA bisa mendeteksi manekin namun tidak bekerja pada kulit manusia.*
 
 
EDINBURGH, (PRLM).- Tim peneliti dari Edinburgh, Skotlandia dilaporkan berhasil mengembangkan kamera yang mampu menampilkan citra gambar tiga dimensi dari jarak satu kilometer. Fisikawan dari Universitas Heriot-Watt di kota itu mengembangkan teknik penggunaan laser untuk memindai objek apa pun yang dibidik oleh kamera karya mereka.
Dengan riset yang lebih dalam mereka mengatakan dapat mengembangkan kamera yang mampu menampilkan citra gambar tiga dimensi dari jarak hingga 10 km.

Mereka mengatakan kamera yang mereka kembangkan bisa digunakan untuk memindai objek seperti kendaraan bermotor namun kamera ini tidak bisa mendeteksi kulit manusia.
Menurut para peneliti ini artinya orang harus melepas seluruh pakaian mereka jika ingin menghindari pemindaian kamera tersebut. Teknologi yang digunakan pada kamera ini, menurut para peneliti, sangat bermanfaat untuk mengikuti pergerakan batu atau pertumbuhan daun.

Kamera ini menurut para pengembangnya memiliki presisi yang cukup tinggi karena bisa merekam gambar dengan tingkat akurasi hingga satu milimeter.

Fisikawan yang terlibat dalam proyek ini mengatakan kamera ini bekerja dengan memantulkan tembakan laser ke obyek yang jauh dan dari situ kamera akan mengukur waktu sinar pantulan dari objek tadi kembali ke detektor yang ada pada kamera.
"Pendekatan kami memberikan kemudahan dalam pencitraan detail dari sebuah obyek biasa dan juga obyek kecil pada jarak jauh." kata salah satu peneliti di Heriot-Watt, Aongus McCarthy.

Dia mengatakan untuk saat ini perangkat yang mereka buat masih berbentuk besar dan kasar namun dalam kurun waktu kurang dari lima tahun alat yang jauh lebih ringan dan kecil akan bisa segera diproduksi.(bbc/A-147)***
 

Kamis, 11 November 2010

2011, Kartu ATM Mulai Pakai "Chip"

Perbankan
Kamis, 11 November 2010 | 15:44 WIB

SHUTTERSTOCK
ilustrasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) kemungkinan besar akan mewajibkan seluruh kartu ATM (debet) menggunakan tekhnologi berbasis chip pada triwulan I-2011.

"Kewajiban untuk menggunakan tekhnologi chip sudah diatur dalam ketentuan BI," kata Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran S Budi Rochadi pada peresmian "Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)" di gedung BI Jakarta, Kamis (11/10/2010).

Menurut dia, penggunaan chip untuk kartu ATM terlambat diimplementasikan, dibandingkan kartu kredit, karena masih perlu dilengkapi dengan ketentuan yang mengatur terkait waktu implementasi, perlakukan dalam masa transisi, dan hal lain yang berkaitan dengan implementasi migrasi chip dimaksud.

"Harapan kami, setelah proses pembentukan lembaga terkait proses migrasi chip selesai, yaitu key management dan certification body, maka pada triwulan pertama 2011 migrasi chip sudah mulai dilaksanakan," papar Budi.

Dijelaskan, migrasi kartu ATM dari magnetic stripe ke kartu chip merupakan solusi mengatasi sejumlah kasus kartu ATM beberapa waktu lalu. "Misalnya kasus fraud pada penggunaan kartu ATM yang meresahkan beberapa waktu lalu," papar Budi.


tribunnews.com
Sumber :
Penulis: Hasanuddin Aco | Editor: Erlangga Djumena

Panel Surya di Luar Angkasa, Mungkinkah?

Kamis, 11 November 2010 | 11:34 WIB

NASA
Ilustrasi panel surya di luar angkasa

KOMPAS.com - Mencari solusi dari krisis energi yang kini dihadapi, sebuah rencana baru penggunaan tenaga surya dicetuskan. Dengan rencana baru itu, sinar matahari akan dikumpulkan langsung di luar angkasa menggunakan satelit dan akhirnya ditembakkan langsung ke bumi agar bisa dipergunakan.

Inisiatif rencana tersebut datang dari mantan presiden India APJ Kalam dan National Space Society (NSS). Rencana itu diungkapkan pada hari Kamis tanggal 4 November yang lalu.

"Pengumpulan tenaga surya berbasis luar angkasa ini akan mengubah bumi menjadi planet yang bersih, menjanjikan dan membahagiakan," kata kalam saat menghadiri press conference rencana itu.

Rencananya sendiri secara detail adalah meluncurkan satelit yang memiliki panel surya berukuran besar. Satelit itu akan mengumpulkan energi matahari dalam jumlah besar dan kemudian mengubahnya menjadi gelombang mikro yang akan dipancarkan ke bumi. gelombang mikro itu lalu akan diubah menjadi energi listrik oleh antena penerima yang disebut rectenna.

Panel surya berbasis luar angkasa itu bisa diarahkan ke berbagai wilayah di bumi dan tidak akan terpengaruh oleh perubahan cuaca maupun pergantian siang dan malam. Hal tersebut dikatakan oleh Mark Hopkins, ketua komite eksekutif National Space Society.

Hopkins juga mengatakan, teknologi itu mampu mengirimkan energi dalam jumlah besar tanpa membahayakan lingkungan. " Teknologi ini tidak menghasilkan karbon dioksida. Jadi, sangat bersih dan merupakan sumber energi yang bisa diperbaharui," katanya.

Meski sangat menjanjikan, pengembangan teknologi ini masih menghadapi kendala teknis. Namun, kalam tetap percaya bahwa ide ini tetap bisa diwujudkan dalam 15 tahun ke depan. Ia akan berusaha untuk mengajak negara-negara G8 dan G13 untuk bergabung dan melaksanakan ide tersebut.

Pencetusan rencana ini menandai kerjasama Amerika Serikat yang diwakili NSS dengan India. Para pencetus gagasan percaya, eksekusi dari rencana ini tidak hanya menguntungkan dari sisi energi. "Kerjasama ini juga akan menciptakan lapangan kerja di kedua negara," jelas Hopkins.

Dalam kerjasama ini, Amerika Serikat akan memberi sumbangsih dalam biang teknologi sementara India akan berperan dalam mengupayakan ongkos produksi yang murah.

news.yahoo.com
Sumber :
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: A. Wisnubrata

Rabu, 10 November 2010

Ancaman Baru di Era Twitter dan Facebook

Jumat, 22 Oktober 2010 | 11:08 WIB

Stefan Tenase

Oleh: Stefan Tanase,
Senior Security Researcher, Kaspersky Lab

KOMPAS.com - Siapa tak kenal Facebook dan Twitter? Pengguna Internet era ini pasti nyaris tak bisa lepas dari dua ajang gaul dunia maya itu. Facebook dan Twitter merupakan implementasi dari web 2.0.

Apa itu web 2.0? Ini merupakan generasi terkini yang paling mendunia dari web, di mana semua pengguna web dapat mempublikasikan dan menerima informasi secara bebas, untuk saling berkolaborasi dan sosialisasi. Jika di era web 1.0 kita hanya dapat mengakses informasi saja, dengan segala keterbatasannya, maka di web 2.0 kita dapat membagikan informasi yang kita punya, baik itu bersumber dari kita sendiri atau dari sumber lain. Kita juga dimungkinkan langsung berinteraksi dengan sesama pengguna web.

Dengan semua kelebihan itu, tak heran jika web 2.0 membuat banyak orang tertarik menggunakan Internet. Mereka yang awalnya tidak kenal dunia maya, menjadi penasaran dan ingin mencoba, sebab kehebohan daya tarik web 2.0 ini.

Memang menyenangkan, bahkan mencandui sebagian orang. Sehari saja tidak mengakses Facebook atau Twitter, rasanya ada yang kurang. Sayangnya masih banyak orang belum sadar bahwa semua kemudahan berbagi dan mengakses informasi itu disertai dengan ancaman lain, yaitu malware yang juga memanfaatkan celah-celah yang ada.

Seperti kita tahu, beragam aplikasi web 2.0 tidak hanya digunakan di rumah, namun juga di lingkungan korporat. Berarti ada banyak data penting perusahaan yang dapat menjadi target para pencipta malware. Pengguna sendiri tidak sadar bahwa dirinya menjadi target serangan, karena terlalu asik menikmati banyak kemudahan, bahkan juga asik bersosialisasi memperluas jejaring pertemanan maupun bisnis.

Yang lebih parah adalah jika pengguna tidak tahu kalau dirinya justru membantu serangan tersebut dan juga menjadi korbannya. Dari laboratorium virus kami, terlihat bahwa jejaring sosial kian popular menjadi sasaran pembuat malware. Setiap tahun, jumlah sampel malware yang berhubungan dengan jejaring sosial berlipatganda dibanding tahun sebelumnya.

Konsep anyar yang ditawarkan web 2.0 adalah mengubah gaya navigasi klasik menjadi jauh lebih interaktif. Bahkan pengguna bisa terus berhubungan melalui web 2.0 dengan perangkat bergeraknya seperti ponsel. Ya, ini seperti pemahaman di mana manusia terus menerus terhubung satu sama lain dengan web 2.0 sebagai medianya, dan beragam perangkat canggih yang mendukung. Di mana saja, kapan saja.

Malware sebelum web 2.0

Kini kita coba telaah apa yang membuat malware ikut menjadikan web 2.0 sebagai sasaran utamanya. Bagaimana malware menyebar sebelum era web 2.0?

Perjalanan virus komputer dan malware kira-kira sama dengan perjalanan informasi itu sendiri. Di masa lalu, informasi secara fisik dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain menggunakan media penyimpanan yang bervariasi. Pada awal tahun 1980-an, informasi menyebar melalui jejaring data pribadi yang mahal. Baru kemudian perlahan jaringan tersebut mulai digunakan oleh kalangan pebisnis untuk email dan transmisi informasi. Pada akhir dekade 1990 mulai banyak kasus serangan virus pada komputer di ranah pribadi dan bisnis, yang biasanya menyerang melalui email.

Tanpa terasa World Wide Web begitu cepat berkembang menjadi sebuah platform yang sangat bernilai bagi pertukaran informasi, perdagangan global, dan produktivitas dunia kerja. Perlahan tapi pasti, kita sadar bahwa tak semua informasi bisa kita bagi ke semua orang. Di sinilah kita ketahui bahwa informasi menjadi sangat berharga, hanya layak dibagikan ke pihak tertentu dan menjadi berbahaya ketika bocor atau rusak.

Selama itu juga muncul yang disebut dengan Era worm internet, dimana terjadi serangan Code Red, Blaster, Slammer dan Sasser ke sejumlah jaringan korporat. Tidak ketinggalan virus Melissa yang juga menyerang email, serta datang melalui pesan instan atau aplikasi peer-to-peer. Semua menargetkan Microsoft, sebab memang sistem operasi itu paling banyak dipakai. Mereka menghadapi semua serangan itu dengan penambahan firewall, dam menjalankan sejumlah mekanisme mitigasi anti-worm. Pengguna juga diajak untuk rajin memperbarui aplikasi pengaman Windows.

Mengapa web 2.0 Menjadi Sasaran Empuk Malware dan Penjahat Cyber? Dalam tahun-tahun terakhir, situs jejaring sosial menjadi salah satu sumber informasi paling popular di Internet. RelevantView dan eVOC Insights memprediksi bahwa pada tahun 2009 situs jejaring sosial digunakan oleh 80 persen pengguna Internet seantero dunia, yang artinya lebih dari satu miliar orang.

Pertumbuhan popularitas ini sudah pasti diketahui oleh para penjahat krinimal dunia maya. Maka tak heran sejumlah situs menjadi sasaran utama malware dan spam, di samping sejumlah tindak kejahatan lain.

Situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace atau Twitter, telah memukau jutaan pengguna Internet, sekaligus juga pelaku kriminal cyber.

Separah apakah serangan terhadap jejaring sosial ini? Pada Januari 2008, sebuah aplikasi Flash bernama Secret Crush yang berisi link ke program AdWare terdapat pada Facebook. Lebih dari 1,5 juta pengguna mengunduhnya sebelum disadari oleh administrator situs.

Kaspersky Lab pada Juli 2008 mengidentifikasi sejumlah insiden yang melibatkan Facebook, MySpace dan VKontakte. Net-Worm.Win32.Koobface. menyebar ke seluruh jaringan MySpace dengan cara yang sama dengan Trojan-Mailfinder.Win32.Myspamce.a, yang terdeteksi di bulan Mei.

Twitter tak kalah jadi target, ketika pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mengunduh Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco. LinkedIn juga tak luput dari serangan malware pada Januari 2009, dimana penguna ditipu agar mengklik profil sejumlah selebriti, padahal mereka sudah mengklik link ke media player palsu. Sebulan kemudian YouTube menjadi incaran malware.

Bulan Juli 2009 kembali Twitter menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mempu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus itu hanya sebagian dari begitu banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring sosial.

Ancaman di era web 2.0

Akhir tahun 2008 Kaspersky Lab mengumpulkan lebih dari 43.000 file berbahaya yang berhubungan dengan situs jejaring sosial. Salah satu worm yang paling terkenal menyerang situs jejaring sosial adalah Koobface yang terdeteksi sebagai Net-Worm.Win32.Koobface. Worm ini popular saat sekitar setahun lalu menyerang akun Facebook dan MySpace.

Struktur umum serangan ke web 2.0 biasanya terdiri dari tiga langkah. Pertama, pengguna menerima link dari teman berupa informasi enarik, misalnya video klip. Kedua, pengguna diminta untuk menginstal program tertentu agar bisa menonton video itu. Ketiga, setelah diinstal, program ini diam-diam mencuri akun pengguna dan meneruskan trik serupa ke pengguna lain

Metode itu hampir sama dengan cara worm menyebar melalui email. Worm yang terdistribusi melalui situs jejaring sosial hampir 10 persen sukses menginfeksi. Koobface juga memberi link ke program antivirus palsu seperti XP Antivirus dan Antivirus2009. Program spyware tersebut juga mengandung kode worm.

Ancaman ke situs jejaring sosial jauh lebih mengerikan dari ke email. Mengapa? Selain terinfeksi worm, akun yang bersangkutan juga menjadi korban botnet, bahkan si pemiliknya juga terkena imbasnya. Botnet mampu mencuri nama dan pasword pengguna, lalu menyebarkan pesan palsu yang mampu merugikan pihak lain, seperti permintaan transfer uang. Jadi yang menjadi korban bukan hanya akunnya, melainkan pemilik akun itu sendiri, serta pihak lain yang dikirimi pesan palsu.

Sisi lemah manusia

Satu hal paling penting dari serangan terhadap web 2.0 adalah faktor komponen kelemahan manusia ,terutama ketika berhadapan dengan pengguna yang tidak paham bahwa komputernya sudah terinfeksi.

Situs jejaring sosial masa kini menawarkan kostumisasi tambahan dan fungsi berfitur kaya untuk berbagi konten personal, file foto, atau multimedia dengan sebanyak mungkin orang di dunia maya. Situs ini memungkinkan pengguna berbagi pikiran dan minat dengan sesama teman atau komunitas. Secara umum, pengguna situs jejaring sosial saling percaya satu sama lain. Ini artinya jika mereka menerima pesan dari temannya, maka akan langsung mengkliknya begitu saja tanpa kecurigaan pesan itu sudah disisipi oleh malware.

Hari ini masih banyak orang yakin bahwa menggunakan browser Web sama dengan melakukan window shopping atau pergi ke perpustakaan di dunia nyata. Takkan ada yang terjadi tanpa sepengetahuan mereka. Padahal di Web, sekali saja kita mengklik link yang salah, atau tanpa disengaja, maka sama artinya sudah mempersilakan pencuri atau pengintai masuk ke rumah kita. Ya, pencuri atau penyadap di dunia maya tidak kasat mata seperti halnya di dunia maya.

Ambil contoh, aplikasi penyingkat URL yang sering diperlukan di mikroblog seperti Twitter. Karena katakter pesan hanya dibatasi hingga 140 karakter, maka pengguna harus menggunakan aplikasi penyingkat URL saat menyisipkan link ke situs lain. Aplikasi penyingkat URL seperti TinyURL, Is.gd atau Bit.ly tidak akan memperlihatkan nama URL yang sesungguhnya. Cukup keterangan saja dan link yang sudah mereka ringkas.

Bayangkan jika akun si pengguna sudah disusupi Botnet tanpa ia sadari. Botnet akan menggunakan akun Twitter-nya, memposting "Klik foto saya yang imut ini" lalu diikuti URL yang sudah diringkas, maka teman-temannya akan langsung mengklik. Malware yang terkandung dalam link itu akan membawa si korban ke situs lain yang memang sudah dipersiapkan untuk"menjebaknya".

Situs jejaring sosial seperti Facebook biasanya berkolaborasi dengan situs-situs lain agar bisa saling terkoneksi. Mereka ini disebut sebagai partisi ketiga, alias pihak ketiga setelah facebook itu sendiri, dan penggunanya. Banyak kasus dimana partisi ketiga justru dijadikan vektor alias "kendaraan" dari penyerang.

Ada dua pertanyaan yang bisa kita ajukan untuk mendalami masalah ini. Berapa banyak pengguna Facebook menambahkan aplikasi partisi ketiga di profilnya? Berapa banyak yang mereka ketahui mengenai apa yang sesungguhnya dilakukan oleh aplikasi partisi ketiga itu?

Di atas kertas, para pakar mengatakan bahwa Facebook maupun jejaring sosial lain harus memikirkan ulang cara mereka mendesain dan mengembangkan application programming interface (API). Disebutkan bahwa provider jejaring sosial semestinya berhati-hati dalam mendesain platform dan API. Mereka harus hati-hari dengan teknologi sampingan yang dipakai para klien, misalnya JavaScript. Operator situs jejaring sosial sebaiknya memiliki developer yang cukup ketat dalam penggunaan API, yaitu yang mampu memberi akses ke sumber yang hanya benar-benar berhubungan dengan sistem.

Setiap aplikasi yang berjalan di situs jejaring sosial juga semestinya ada di lingkungan terisolasi untuk mencegah interaksi aplikasi dengan host Internet lainnya yang tidak berpartisipasi dalam situs tersebut.

Isu Privasi

Malware bukan hanya satu-satunya masalah ketika kita bicara mengenai situs jejaring sosial. Bagaimana data-data pribadi para pengguna bisa aman adalah pertanyaan lainnya. Lalu, seberapa susahnya sesungguhnya kita melindungi diri sendiri dan data-data kita di situs jejaring sosial?

Ketika orang jahat mendesain serangannya dengan apik, maka para pengguna perlu meningkatkan standar kewaspadaan keamanannya. Advis seperti "Jangan membuka file yang diterima dari sumber yang tidak diketahui" sudah tak lagi berguna, sebab aktivitas serangan sudah mampu menyamar dalam identitas teman yang kita kenal baik. Ini artinya kita bahkan tidak bisa mempercayai pesan atau file yang dikirimkan teman kita sendiri.

Salah satu lapisan perlindungan yang bisa ditambahkan ke browser adalah yang dapat mencegah eksploit. Pengguna sebaiknya melindungi dirinya dari worm XSS dengan hanya mengizinkan eksekusi kode JavaScript dari sumber terpercaya. Pengguna juga semestinya seminim mungkin berbagi alamat pribadi seperti nomor telepon, alamat rumah, dan informasi personal lain.

Memang agak sulit membatasi mana yang boleh dibagi dan yang tidak di situs jejaring sosial. Pada dasarnya setiap orang butuh privasi di belantara dunia maya. Jangan sampai juga kita menjadi korbam trik phishing klasik, terutama ketika muncul laman situs baru saat mengklik aplikasi partisi ketiga yang meminta kita melakukan log-in mengisikan nama, dan sejumlah data pribadi lain. Jika kita ragu atas keaslian laman itu, ada bagusnya kita kembali ke laman asli Facebook dengan mengetik ulang www.facebook.com.

Memang dibutuhkan perlindungan banyak lapis. Solusi keamanan Internet seperti anti-malware adalah pilihan terbaik, namun itu pun diperlukan update yang intens. Pengguna harus terus meningkatkan kewaspadaan dan tingkat keamanannya, sebab penyerang juga akan terus memperbanyak strategi.

Semua kasus yang kita bahas di atas hanya sebuah awal saja. Serangan terhadap situs jejaring sosial kini sudah ada dalam beragam tingkatan, mulai dari malware sampai phishing. Pelaku kriminal dunia cyber akan menggunakan vektor ke web 2.0 lebih dan lebih banyak lagi demi menyebarkan aplikasi berbahayanya. Namun evolusi serangan ke web 2.0 akan seiring juga dengan evolusi yang dilakukan web 2.0 itu sendiri.

Berikut adalah evolusi yang tengah terjadi pada web 2.0. Pertama, Mobilitas. Baik konten maupun tampilan untuk mengaksesnya akan lebih mobile, sehingga keterhantungan pada hardware untuk mengakses serta lokasi fisiknya akan berkurang. Makin bervariasi platform yang dipakai akan mempersulit pembuat malware untuk menerobosnya. Mereka akan kesulitan mengenai sistem operasi dan hardware apa yang akan dipakai si pengguna,.

Kedua, lokalisasi dan kontekstualisasi. Konten dan interface mobile membuat layanannya menjadi lebih baik bagi si pengguna. Semua disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penjahat cyber mau tak mau juga akan memberlakukan perubahan paradigma ini untuk meningkatkan serangannya.

Ketiga, interoperabilitas. Jejaring sosial memungkinkan kita terkoneksi satu sama lain, maka harus ada sistem keamanan yang dibangun oleh jejaring dan penggunanya sendiri. Problem keamanan ini bisa mudah ditingkatkan jika jejaring sosial itu mulai menyatukan layanannya.



Artikel ini dipublikasikan dengan izin AVAR (Anti Virus Asia Researchers). Pertemuan AVAR 2010 akan diadakan tanggal 17-19 November 2010 di Nusa Dua, Bali mempresentasikan 30 paper sekuriti dari para pakar sekuriti dunia. Informasilebih lanjut di http://www.avar2010.org


Sumber : Vaksincom

Ahli Jepang Ukur Volume Magma Merapi

Laporan wartawan KOMPAS.com Tjatur Wiharyo
Rabu, 10 November 2010 | 14:11 WIB


KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Lelehan lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin (1/11/2010). Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada siang harinya dan mengakibatkan kepanikan pengungsi yang sedang berada di sejumlah barak pengungsian.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Mengukur volume magma Merapi dikatakan vulkanolog Jepang, Masato Iguchi, sebagai program utamanya. Hal tersebut dikatakannya ketika memantau aktivitas Merapi bersama dengan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, di Kantor BPPTK Yogyakarta, Rabu (10/11/2010).

"Berapa banyak magma yang tersisa menjadi program terpenting. Kami belum tahu berapa volume sekarang," ujar Iguchi. Ia berkunjung ke Indonesia untuk meneliti aktivitas Merapi saat ini, yang menurut sejumlah kalangan lain dari biasanya.

Ia akan bekerja dengan arahan dari Surono dan sejumlah ahli lain. Dikatakan Surono, kehadiran ahli asing bukan karena sumber daya manusia lokal tidak mampu, melainkan karena Merapi adalah laboratorium alam yang terbuka bagi semua peneliti.

"Ini bukan karena tidak mampu, tetapi karena Merapi adalah laboratorium alam, yang setiap ahli boleh menelitinya," ujar Surono.

Editor: Tri Wahono |

Rabu, 01 September 2010

Plastik Oxium Terurai dalam Dua Tahun

Produk Ramah Lingkungan
Selasa, 31 Agustus 2010 | 22:49 WIB

Sabrina Asril
Plastik Oxium mendapatkan Green Label dari InSWA (Indonesia Solid Waste Association) karena mampu terurai secara alami dalam waktu singkat yakni 2 tahun


JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang beranggapan plastik adalah bahan non-organik yang berasal dari petroleum. Padahal, petroleum itu sendiri berasal dari plankton-plaknton yang kemudian menjadi minyak bumi dan akhirnya dijadikan bahan dasar plastik.

"Banyak orang menyalahkan plastik karena non-organik. Itu salah. Justru plastik itu organik. Hanya memang sulit terurai dia bisa diurai 500-1000 tahun lamanya. Ini yang jadi masalah kenapa plastik itu tidak ramah lingkungan bukan karena dia non organik," ujar Presiden Direktur PT Tirta Marta, Sugianto Tandio, Selasa (31/8/2010), saat jumpa pers di Grand Indonesia, Jakarta.

Lanjutnya, bahan plastik sering kali menjadi kambing hitam, karena dianggap merusak lingkungan. Akan tetapi, manusia sebenarnya tidak dapat memungkiri bahwa plastik masih menjadi bahan kemasan favorit. Hal ini karena plastik memiliki karakter berbiaya murah, berbobot ringan, praktis, dan tidak mudah pecah.

"Dengan demikian yang harus dilakukan saat ini adalah bukan memusuhi plastik, tapi mempercepat proses penguraian plastik, yang awalnya ribuan tahun jadi bisa lebih singkat," ujarnya kepada pers.

Oleh karena itu, melalui perusahannya, PT Mitra Tirta, Sugianto kemudian mengembangkan produk plastik yang ditambahkan Oxium. Oxium merupakan aditif yang dapat mempercepat terjadinya proses degradasi plastik dalam waktu 2 tahun melalui oksidasi, thermal, dan fotodegradasi.

"Dari mana Oxium ini terbentuk? Kalau itu saya tidak bisa beritahu yang jelas bahan baku Oxium ini berasal dari manusia, jadi bisa dipastikan aman," ungkap Sugianto.

Retailer di beberapa kota besar telah menggunakan Oxium sebagai shopping bag, seperti Carrefour, Indomaret, Alfamart, Superindo, Hero, Giant, Gramedia, Zara, Time Zone, Kemchicks, Guardian, dan Premium Factory Outlet.

"Ke depannya kita masih berusaha mendekati untuk penggunaan plastik produk kemasan," ujarnya.

Menurut Sugianto, upayanya ini memang merupakan langkah kecil dalam menyelamatkan lingkungan karena masih banyak penggunaan plastik lainnya yang masih belum dijangkau Oxium.

"Untuk sampah plastik retail modern mencapai 35.000 ton/hari. Coba bandingkan dengan total konsumsi plastik di Indonesia yang mencapai 3 juta ton/hari, jelas PR kita masih banyak," tandasnya.

Dengan inovasi yang dilakukan PT Tirta Marta ini, asosiasi pengelolaan sampah Indonesia atau InSWA pun memberikan sertifikasi Green Label pada produk plastik Oxium. "Dengan menggunakan plastik terurai, sampah plastik diharapkan tidak lagi menumpuk, menghambat saluran air, dan tanah dapat berfungsi kembali sebagai penyerap air hujan," Sugianto menjelaskan.

Penulis: Sabrina Asril | Editor: Tri Wahono

Kamis, 28 Mei 2009

Penjahat Cyber Manfaatkan “Google”

Botnet memanipulasi hasil cari Google, menginjeksi iklan dan link tanpa diketahui user.

Muhammad Firman
Kamis, 28 Mei 2009, 13:35 WIB


(VIVAnews)

VIVAnews - Di masa lalu, untuk menjaga agar komputer tidak terinfeksi dan informasi tidak dicuri, pengguna hanya perlu menghindari situs web jahat atau mencurigakan. Kini, malware tidak lagi eksklusif untuk situs-situs jahat. Situs-situs resmi pun dapat juga terinfeksi dan meneruskan ancaman kepada pengunjung situs yang tidak menyadari.

Baru-baru ini, Symantec Security Response mengamati situs-situs web terinfeksi yang menyusupi komputer pengunjung situs dan menjadikannya bagian dari botnet, yakni kumpulan komputer yang telah diambil alih oleh penjahat cyber. Botnet ini memanipulasi hasil pencarian Google, menginjeksi iklan-iklan dan link-link tanpa diketahui oleh pengguna yang terinfeksi.

“Malware tersebut sepertinya telah mengalirkan dolar dari Google dengan cara menginjeksikan iklan-iklan dan link-link untuk pencarian-pencarian tertentu,” kata Ronnie Ng, Manager System Engineering Symantec Indonesia pada siaran pers yang VIVAnews kutip 28 Mei 2009. “Pengguna yang terinfeksi akan menerima link pengganti yang mengarah ke situs web jahat dan palsu dalam pencarian mereka di Google,” ucapnya.

Pada tahun 2008, Symantec mengamati serangan web dari 808.000 situs yang umum diakses seperti situs berita, travel, ritel online, game, real estat, pemerintah dan sebagainya. Jadi, keyakinan umum bahwa kita akan aman bila hanya mengunjungi situs-situs yang baik tidak berlaku lagi.

Menurut Ronnie, salah satu tindakan preventif paling penting adalah dengan membuat software se-up-to-date mungkin. Software yang dimaksud meliputi sistem operasi, aplikasi, web browser dan software plug-in. Selain itu, pengguna juga perlu untuk selalu berhati-hati ketika menjelajahi dunia maya.

• VIVAnews

Kamis, 05 Februari 2009

Bocah 9 Tahun Ciptakan Aplikasi iPhone

SINGAPURA,KAMIS-Ketika kebanyakan anak sebayanya masih menggambari kertas dengan krayon, bocah berusia 9 tahun bernama Lim Ding Wen dari Singapura, "menggambar" di kanvas yang sangat berbeda, yaitu iPhone miliknya.

Lim yang murid kelas empat SD itu menciptakan aplikasi di telepon genggam populer iPhone produk Apple.

Program aplikasi terakhirnya, sebuah program menggambar bernama Doodle Kids, telah diunduh lebih dari 4.000 kali dari aplikasi iTunes keluaran Apple dalam dua minggu terakhir. Demikian laporan The New Paper, Kamis (5/2).

Program ini membuat para pengguna iPhone menggambar lewat jari tangannya dengan menyentuh layar sentuh iPhone untuk kemudian membersihkan layar itu dengan mengguncangkan telepon.

"Aku menulis program itu untuk adik bungsu perempuanku yang suka menggambar," kata Lim yang mempunyai dua adik perempuan masing-masing berumur 3 dan 5 tahun.

Lim yang menguasai enam bahasa pemograman, mulai menggunakan komputer di usia 2 tahun. Sejak usia itu dia telah menyelesaian 20 proyek pemrograman komputer.

Ayahnya, Lim Thye Chean, adalah seorang kepala bagian teknologi pada satu perusahaan teknologi informasi lokal yang juga menciptakan aplikasi-aplikasi iPhone.

"Setiap malam kami memeriksa statistik pesan email ke kami (melalui iTunes) untuk mengetahui siapa yang lebih banyak mengunduh," kata Lim Thye.

Anak yang suka membaca buku pemrograman komputer ini sedang menyelesaikan aplikasi iPhone lainnya, sebuah game fiksi ilmiah bernama "Invader Wars".(ANT/ONO)

ONO

Senin, 11 Agustus 2008

Sampul Elektronik Pertama Akan Dipakai Esquire


Plastic Logic

JAKARTA, JUMAT - Majalah Esquire akan menjadi media pertama yang menggunakan kertas elektronika sebagai sampulnya. Pada edisi Oktober yang akan terbit September, sampul majalah lifestyle Esquire bakal sangat interaktif karena layaknya layar televisi yang menampilkan gambar bergerak.

"Majalah pada dasarnya tidak berubah selama 150 tahun. Saya sangat frustasi dengan industri majalh yang tidak bergerak sama sekali," ujar pemimpin redaksi Esquire saat memamerkan prototipe sampul elektronika tersebut. Ia berharap dalam dua tahun, sampul elektronik akan menjadi tren seperti halnya ponsel sejak diperkenlakn tahun 1982. 

Kertas elektronik (E-ink) dibuat dari jutaan kapsul berukuran mikro yang dicetak di atas permukaan. Masing-masing diameternya tak lebih tebal dari rambut manusia. Setiap kapsul mengandung partikel berwarna putih yang bermuatan positif dan partikel berwarna hitam yang bermuatan negatif.

Saat arus listrik dialirkan, partikel berwarna hitam akan bergerak ke permukaan sehingga menghasilkan titik hitam. Pengaturan arus akan menampilkan gambar hitam putih di atas lembaran tersebut.

Dalam sampul Esquire, kombinasi titik-titik tersebut akan menampilkan flash tulisan "the 21st century Begins Now." Baterai tipis khusus yang melekat di sampul tersebut mampu bertahan selama 90 hari.

WAH 
Sumber : LIVESCIENCE

Kamera Mata Bionik untuk Tunanetra


DAILYMAIL
Kamera cembung (kanan), dilengkapi dengan silikon fleksibel dan teknologi yang didisain sesuai dengan fungsi retina.


Selama bertahun-tahun, beberapa ilmuwan berupaya menciptakan transplantasi mata bionik untuk menjawab harapan penyandang tunanetra. Beberapa periset AS memprediksi dapat mencapai langkah revolusioner terhadap teknologi video dan fotografi digital yang suatu saat nanti dapat menyembuhkan kebutaan.

Ini merupakan terobosan dari teknologi fiksi-sains di film Terminator yang pernah diperankan aktor Arnold Schwarzenegger pada tahun 1984. Dalam film itu, Arnold Schwarzenegger menggunakan mata bionik yang berfungsi mengubah penglihatannya ke dalam informasi digital.

Dalam perkembangan teknologi terbaru, para ilmuwan telah menciptakan kamera dengan permukaan lensa deteksi cembung. Tim periset AS menerangkan aplikasi teknologi ini merupakan kemajuan besar pada sensor kamera digital yang ada saat ini. Seperti halnya dengan fungsi retina manusia, kamera mata bionik ini memungkinkan pantulan cahaya dari sebuah subjek diubah menjadi gambar lewat proses pengiriman pesan syaraf optik ke otak.

Sensor tersebut memungkinkan mata bionik menangkap gambar yang lebih tajam tanpa terjadi distorsi dengan ruang pandang lebih baik layaknya pada mata manusia. Namun sampai saat ini, para ilmuwan belum dapat menciptakan sensor digital cembung yang dipasang di mata bionik karena sensor yang terdiri dari pixel silikon ini sangat rapuh atau mudah rusak. 

Tim periset diantaranya dari Northwestern University, Illinois, AS, memecahkan masalah tersebut dengan menciptakan membran elastis setengah simetris. Membran tersebut dapat disusutkan sehingga memungkinkan untuk dipasang ke dalam mata bionik sebelum membran itu kembali mengembang ke bentuk asal.

Profesor Yonggang Huang dari Northwestern University menerangkan: "Kamera tradisional berfokus pada pandangan yang jelas di pusat bidikan, namun cahaya pandangan pada sisi target bidikan sekitarnya nampak semakin memudar. Namun, karena kamera mata bionik mempunyai lensa cembung maka memungkinkannya untuk mendapatkan ruang pandang yang luas layaknya cakupan pandang pada mata manusia."  

Mata bionik ini hanya mempunyai 256 pixel atau masih jauh dari standar kamera digital dengan ribuan pixel. Namun, para periset menerangkan masih terbuka kemungkinan dalam waktu dekat untuk mendesain mata bionik dengan jumlah pixel yang lebih besar. (dailymail.co.uk)

JIM

Intel Perkenalkan Intel Core i7

JAKARTA--Intel Corporation secara resmi mengumumkan nama prosesor terbarunya, Intel Core i7. Produk ini sebelumnya diberi nama sansi Nehalem.

Prosesor berbasis desktop ini, akan hadir dalam dua versi. Yakni Intel Core Processor dan Extremen Edition. Prosesor Intel generasi ketujuh ini diklaim menghadirkan mikroarsitektur yang baru.

Intel merencanakan produksi massal prosesor terbaru pada kuartal ke empat tahun ini. Prosesor terbaru akan memiliki sejumlah fitur terbaru, antara lain Intel Hyper Threading Technology yang juga dikenal sebagai stimulan multitreading yang memiliki kemampuan handling delapan peranti lunak pada empat core prosesor.

Produk terbaru memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, serta lebih hemat energi. Intel sendiri memang fokus pada dua aspek ini, agar mampu mempertahankan diri sebagai pemimpin pasar prosesor untuk server, desktop dan ponsel.

''Nama Core masih akan dipertahankan untuk prosesor PC,'' kataSean Maloney, Intel Corporation executive vice president and general manager, Sales and Marketing Group.

Nama Core untuk produk Intel generasi baru berhasil memikat perhatian banyak kalangan dan menjadikan sebuah momentum penting untuk pemasaran produk generasi baru dalam beberapa tahun ini. Karenanya Core menjadi pilihan logis bagi Intel, untuk nama produk berikutnya.

Logo Intel Core i7 akan ditempelkan pada PC desktop yang memiliki performansi tinggi. Logo berbeda yang berwarna hitam untuk prosesor high end Extreme Edition. 
n
tar

Kamis, 29 Mei 2008

Software Open Source Bantu Orang Lumpuh Gunakan Komputer

Rabu, 28 Mei 2008 | 23:06 WIB


Kompas.com/Tri Wahono
Oskar Rian memeragakan software yang dikembangkan untuk membantu penyandang tuna daksa dan lumpuh untuk dapat mengoperasikan komputer.



JAKARTA, RABU - Orang yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan tombol-tombol keyboard dan menggerakkan mouse komputer seperti penderita lumpuh badan, stroke, dan penyandang tuna daksa kini dapat menggunakan komputer. Dengan software IGOS Linux Voice Command yang dikembangkan para peneliti BPPT (Badan Pengakjian dan Penerapan Teknologi), perintah suara dapat mematikna, menyalakan, dan menjalankan perintah-perintah di komputer secara langsung.

"Dengan piranti lunak ini maka digital gap antara manusia normal dan yang memiliki keterbatasan bisa dikurangi," kata Koordinator Pusat Open Source Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Oskar Rian di sela pameran IGOS Summit 2 di Jakarta, Rabu (28/5). Dengan piranti lunak ini, lanjut dia, seorang pengguna komputer hanya tinggal mengatakan kata-kata yang ia ingin jalankan di layar komputernya melalui headset yang dikenakannya.

Program ini sangat mudah dioperasikan sehingga hanya dengan menyerukan perintah "buka dokumen" maka terbukalah jendela dokumen pengolah kata. Demikian pula jika diperintah untuk berpindah-pindah dokumen, menutup dokumen, membuka internet, menggunakan aplikasi dan lain-lain. Selain itu, perintah yang dipakai sudah disesuaikan kebutuhan masyarakat karena menggunakan bahasa Indonesia.

Diakuinya, program ini masih memiliki banyak keterbatasan, seperti menuliskan apa yang dikatakan oleh lidah dalam lembar dokumen secara otomatis. "Kami baru memasukkan sekitar 360 kata, sementara untuk menuliskan secara otomatis seluruh kata-kata kita dalam dokumen di layar komputer sedikitnya membutuhkan 20 ribu kata, masih perlu kerja keras lagi," katanya.

Namun, dengan platform open source, pengembangan software tersebut akan melibatkan lebih banyak orang sehingga diharapkan semakain canggih baik dari sisi kemampuan dan fitur maupun kinerjanya. Saat ini, software tersebut berjalan di atas sistem operasi Linux yang menggunakan user interface Gnome.(ANT)

WAH

Lacak Waktu Perjalanan dengan Bluetooth

Kamis, 29 Mei 2008 | 10:11 WIB


KOMPAS/AW SUBARKAH
Ponsel Hiburan



JAKARTA, KAMIS – Punya ponsel Bluetooth? Ada hal lain yang bisa Anda lakukan dengannya selain mengkoneksikannya ke headset nirkabel.

Para ilmuwan dari Purdue University telah menemukan cara memanfaatkan sinyal Bluetooth untuk melacak kecepatan pergerakan pejalan kaki dan kendaraan. Dari situ didapat informasi tepat tentang berapa lama Anda harus menunggu antrian di bandara misalnya.

Bagaimana bisa? Bisa karena setiap perangkat Bluetooth bisa diidentifikasi dan dilacak melalui tandatangan (signature) digital yang unik.

Para peneliti pun yakin bahwa cara ini akan menjadi cara yang tidak mahal untuk melacak beragam waktu perjalanan mulai dari perjalanan pagi Anda ke kantor sampai saat menunggu antrian bermain di Disneyland atau di bandara. Ketika dilacak, misalnya, oleh receiver-receiver yang ada di pinggir jalan, ponsel juga bisa menerima informasi dari Bluetooth dan karenanya ponsel pun bisa menyediakan waktu real time tentang seberapa lama waktu yang dibutuhkan Anda untuk mencapai tujuan perjalanan Anda.

Para peneliti Purdue University telah mencoba cara pelacakan ini di bagian-bagian jalan raya Interstate 65, Interstate 465 dan jalan-jalan di sekitar Indianapolis, melacak 1,2% dari rata-rata lalu-lintas harian pada rute tertentu – yang berarti sekitar 1 dari 100 kendaraan telah dilacak. Mereka mengatakan bahwa paten akan metoda ini juga telah diajukan. Teknologi dasar untuk membuat sistem pelacakan tersedia secara komersial.

WIEK

The Touch-Screen Room

Bill Gates demos a prototype touch-screen interface that could be used on any surface

By Gregory MonePosted 05.15.2008 at 2:54 pm

Microsoft Touchwall: Photo by Microsoft

Speaking at yesterday's CEO Summit in Redmond, Washington, Bill Gates - that guy from Microsoft - demonstrated the TouchWall, a four foot by six foot touch-screen computer prototype. TouchWall uses infrared and laser technology to register your manual input, and turn it into action. One writer described it as a giant version of Microsoft's Surface technology oriented vertically.


This isn't the first such large touch-screen interface - Panasonic revealed a similar system at CES (plus, it's also reminiscent of the interface featured in Minority Report). What's interesting is how Gates described its potential impact. He said that it could turn every surface in your home or office, every wall, into a computer. As he put it in his speech: "Think about the whiteboard in your office becoming intelligent."

Via CNET