Tampilkan postingan dengan label Survival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Survival. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 April 2014

Jalur Pendakian Gunung Ciremai Kembali Dibuka




EMPAT jalur masuk pendakian ke Gunung Ciremai, mulai Kamis (17/4/2014) kembali membuka pelayanan bagi masyarakat yang hendak mendaki gunung tersebut. Alur berwarna oranye dalam gambar, adalah jalur pendakian hasil rekam GPS menuju puncak Ciremai dari empat pos pintu masuk jalur pendakian.*


KUNINGAN, (PRLM).- Empat pos pintu masuk jalur pendakian Gunung Ciremai, kembali dibuka untuk melayani izin pendakian ke puncak gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.
Pembukaan kembali layanan pendakian ke gunung tersebut, diberlakukan mulai Kamis (17/4/2014) berdasarkan surat resmi dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Nomor S.258/BTNGC-1/2014, tentang Pembukaan Jalur Pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai, ditandatangani Kepala BTNGC Ir Dulhadi, tanggal 16 April 2014.

Sementara itu, sebelumnya seluruh jalur pendakian resmi Gunung Ciremai yang terdapat di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, sejak tanggal 27 Januari 2014 ditutup sementara untuk kegiatan pendakian.

Penutupan itu diterapkan BTNGC dan para pihak pengelola jalur pendakian dengan pertimbangan cuaca buruk serta untuk kepentingan pemulihan habitat kawasan konservasi TNGC.

Dengan adanya surat keputusan tersebut tadi, gunung berapi berketinggian sekitar 3.078 meter di atas permukaan laut itu, kini bisa kembali didaki oleh masyarakat umum.
Terkait kebijakan tersebut, menurut Kepala BTNGC Dulhadi, pihaknya juga telah menyampaikan surat perihal pembukaan jalur pendakian TNGC itu kepada semua mitra pengelola jalur pendakian tersebut.

"Bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan pendakian ke Gunung Ciremai, silakan daftar ke pos jalur pendakian yang dikehendaki," ujar Dulhadi, seraya mengingatkan kepada pendaki Gunung Ciremai, untuk selalu mengikuti segala aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.

Puncak Gunung Ciremai selama ini bisa dijangkau pendaki melalui tiga jalur pendakian resmi dari empat pos pintu masuk. Terdiri atas jalur Linggajati dengan pos pintu masuk dari Desa Linggajati dan Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Kemudian, jalur Palutungan dengan pos pintu masuk dari Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Satu jalur lagi, adalah Jalur Apuy dengan pos pintu masuk dari Dusun Apuy, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.(A-91/A-89)***

Rabu, 10 April 2013

Rumah Een Sukaesih Akan Jadi Sanggar Belajar Al Barokah

Abdikan Diri Mendidik Siswa Meski Berbaring







SUMEDANG, (PRLM).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang akan menjadikan rumah Een Sukaesih (50) di Dusun Batukarut RT 01/06, Desa Cibeureum Wetan, Kec.
Cimalaka menjadi Sanggar Belajar “Al Barokah”. Di rumah itu lah, Een mengabdikan dirinya membimbing belajar sekaligus memotivasi minat belajar para siswa SD dan SMP.
Walau sambil berbaring di tempat tidur karena keterbatasan fisik badannya, Een tetap berjuang keras tanpa pamrih memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan bagi para siswa di luar jam belajar di sekolahnya.

“Bu Een itu pejuang pendidikan sekaligus aktivis sosial. Beliau mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan Sumedang, melalui spiritnya yang luar biasa. Saya menyaksikan langsung, di kamar tidurnya Bu Een memberikan bimbingan belajar dan motivasi terhadap para siswa SD dan SMP di luar jam sekolah. Oleh karena itu, cocok jika rumah Bu Een ini dijadikan sanggar belajar. Sesuai keinginan Bu Een sendiri, sanggar belajar itu diberi nama Sanggar Belajar Al Barokah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang, Herman Suryatman di kantornya, Selasa (9/4/13).

Menurut dia, melalui sanggar belajar tersebut, diharapkan aktivitas bimbingan belajar Een itu bisa terangkat ke permukaan hingga menjadi acuan dan contoh bagi sanggar belajar lainnya di Sumedang. Bahkan semangat dan motivasi Een yang luar bisa, harus menjadi teladan sekaligus diterapkan para guru di sekolahnya. Aktivitas bimbingan belajar dengan pendekatan psikologi terhadap para siswa, sekaligus bisa memacu kinerja, program dan kegiatan di lingkungan Disdik sendiri.

“Semangat yang luar biasa pada diri Bu Een ini, harus ditularkan kepada guru lainnya. Dalam kondisi sakit dan keterbatasan fisiknya, beliau mampu berbuat maksimal dan optimal bagi kemajuan pendidikan di Sumedang. Apalagi kita yang normal, seharusnya bisa lebih dari itu. Kita akan mencetak ribuan bahkan jutaan guru yang memiliki spirit seperti Bu Een ini. Keberadaan Bu Een ini, bisa mentransformasi semangat dan motivasi bagi guru lainnya. Semangatnya melampui semangat kita yang normal. Sebagai bentuk apresiasi, kita akan memberikan penghargaan kepada Bu Een pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumedang dan Hardiknas nanti,” ujar Herman. (A-67/A_88)***

Masalah Perubahan Iklim di Indonesia dan Solusi Antar-generas

Perubahan Iklim


Jumat, 5 April 2013 | 19:26 WIB


Oleh Agus Supangat
Beberapa kajian dan proyeksi iklim dari lembaga dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa iklim di Indonesia telah mengalami perubahan, meskipun analisis ilmiah maupun data-datanya masih terbatas. Dari beberapa kajian tersebut tampak bahwa perubahan iklim memberi dampak terhadap multisektor.

Proyeksi iklim selalu mengandung ketidakpastian. Mengapa? Karena tantangan terbesar adalah melakukan kuantifikasi terhadap ketidakpastian tersebut untuk meningkatkan daya gunanya dalam mengambil keputusan.

Dalam hal proyeksi iklim berdasarkan Global Climate Model (GCM), setidaknya terdapat tiga sumber ketidakpastian yang harus diperhitungkan, yaitu skenario emisi gas rumah kaca, sensitivitas iklim global terhadap emisi gas rumah kaca (pemilihan model GCM), dan respon sistem iklim regional terhadap pemanasan global (model downscalling).

Catatan geologi dan crhyospheric perubahan iklim serta hasil observasi baru-baru ini menunjukkan bahwa sistem iklim berubah pada semua skala waktu dari beberapa tahun ke usia Bumi. Semua proses fisika, kimiawi, dan biologis mempengaruhi sistem iklim pada skala waktu puluhan, ratusan, dan ribuan tahun.

Sebagai contoh, gletser di puncak Jaya Wijaya berfluktuasi pada skala waktu dari tahunan sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Sejak revolusi industri, gas karbondioksida dipancarkan melalui pembakaran bahan bakar fosil dan akan diserap, didaur ulang, kemudian bergerak di antara atmosfer laut serta biosfer selama puluhan sampai ribuan tahun.

Hal paling penting dalam sains kebumian adalah data dari hasil pengamatan yang memadai. Tanpanya, prediksi tak akan terlalu banyak manfaat untuk mengambil keputusan. Penyempurnaan perlu terus dilakukan untuk mengatasi keterbatasan data maupun metodologi kajian perubahan iklim di Indonesia sehingga mampu memenuhi nasional akan kebutuhan informasi soal perubahan iklim yang lebih akurat.

Pengembangan dan perbaikan model sebagai alat, tidak banyak gunanya tanpa data. Jika kita tak mulai bergerak mulai hari ini, data pengamatan akan hilang selamanya. Kesulitan besar bagi para ilmuwan adalah mencoba memahami dan memprediksi sistem iklim dengan durasi terbatas ditambah data pengamatan yang sangat tidak memadai dibandingkan usia Bumi.

Sebagai gambaran, termometer baru ditemukan awal abad ke-17. Pengamatan atmosfer dengan cakupan global baru dilakukan akhir perang dunia kedua. Bahkan pengamatan laut skala global baru dimulai awal 1990-an. Terlebih lagi data bahang untuk gletser Greenland dan Antartika yang baru digarap awal abad 21. Data paleo memberikan catatan beberapa variabel (misalnya konsentrasi rata-rata karbondioksida global dari inti es) tetapi masih kasar dengan presisi terbatas untuk skala ruang dan waktu tertentu.

Gelombang permukaan laut memiliki periode dominan kurang dari satu detik. Gagasan untuk memahami fenomena seperti demikian merupakan gagasan tidak masuk akal. Para ilmuwan mencoba memahami sistem iklim namun harus berhadapan dengan masalah sulit untuk memahami fenomena fisik yang melebihi skala waktu dan rentang kehidupan manusia. Siapa yang mengklaim dapat memahami dampak gangguan besar terhadap sistem iklim berdasarkan data 10 tahun?

Memahami perubahan iklim akhirnya merupakan masalah bagi beberapa generasi. Sebuah generasi ilmuwan harus berkarya untuk kebutuhan generasi penerus, tidak berfokus hanya pada produktivitas ilmiah sesaat. Model iklim saat ini mungkin akan terbukti dalam 100 tahun mendatang. Dengan sampel cukup, kalibrasi secara hati-hati, pengendalian kualitas, dan data arsip untuk elemen kunci sistem iklim maka suatu model iklim akan sangat berguna. Masalah antar-generasi ini dihadapi pemerintah atau presiden dari partai apapun.

Prakiraan cuaca dan layanan cuaca nasional sering dianalogikan dengan masalah iklim. Tapi pengamatan dengan durasi lama memerlukan pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan keperluan jangka pendek, seperti dalam prediksi cuaca.

Penggunaan data cuaca sebagai catatan iklim telah banyak dilakukan namun kalibrasi yang tidak memadai membuat dokumentasi menjadi amat lemah. Selain itu, terjadi kesenjangan temporal dan perubahan teknologi yang tidak terdokumentasi atau bahkan kurang dipahami. Pada akhirnya, penggunaan data tersebut terbukti meragukan dan tidak berguna.

Penggunaan sensor kelembaban pada radiosonde adalah contoh kasus perubahan teknologi dan kompromi perbedaan serius antar negara dalam menggunakan data cuaca untuk studi iklim (Thompson dkk.) sekaligus menunjukkan betapa sulitnya interpretasi data yang tampak sederhana untuk kemudian ditetapkan sebagai suhu permukaan laut.

Instansi pemerintah saat ini sudah dapat memberikan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan mendesak dari masyarakat, misalnya dalam meramalkan gelombang badai.
Namun pemerintah belum melakukannya dengan baik dalam pengamatan jangka panjang.

Merancang, memelihara, dan mengatasi evolusi teknis pengamatan iklim adalah persoalan sulit yang butuh wawasan mendalam terhadap sifat masalah, teknologi, serta potensi yang tersedia. Ini tidak dapat dilakukan melalui kebijaksanaan sistem anggaran tahun ke tahun.

Yang dibutuhkan adalah paradigma kebijakan yang masih asing bagi sistem anggaran pemerintahan konvensional dengan jangkauan sampai puluhan tahun dan seterusnya. Ketidaksinkronan anggaran tahunan membuat semua program berisiko. Contohnya yaitu pembangunan sistem pengamatan iklim yang dimulai dengan administrasi namun berakhir dengan persoalan politik sehingga fatal akibatnya.

Menggambarkan dan memahami variabilitas puluhan tahun di laut bukan perkara mudah. Perlu kajian ilmiah yang jujur mengakui perlunya catatan jauh lebih lama daripada observasi yang tersedia sekarang. Ilmuwan muda tertarik pada fenomena tersebut namun tidak dapat melakukannya dalam jangka panjang. Jika masyarakat tidak menemukan cara untuk mendukung karir ilmiah yang diarahkan pada masalah tersebut, kita tak akan pernah memahami masalah mendasar yang penting ini.

Apa yang harus dilakukan?
Beberapa contoh yang relatif berumur panjang yaitu lembaga yang terfokus seperti universitas. Meskipun kesinambungan intelektualnya dapat diperdebatkan, universitas-universitas menunjukkan kemungkinan penciptaan infrastruktur dan perangkat penelitian iklim yang berguna antar-generasi.

Pendekatan yang mungkin dilakukan membutuhkan dedikasi sektor swasta atau pribadi dengan mempertahankan para ilmuwan terbaik yang bersedia mencurahkan sebagian waktu mereka untuk mengawasi aliran data bagi para ilmuwan generasi masa depan.

Cara lainnya adalah mempertahankan organisasi yang memiliki kompetensi ilmiah dan teknis selama puluhan hingga ratusan tahun. Sektor publik, swasta, nasional, dan lembaga mitra internasional memerlukan langkah ini untuk mengatasi kebijakan anggaran tahunan yang konvensional sehingga lebih akurat, menyajikan manajemen perkembangan teknologi yang jauh lebih baik, dan memperdalam pemahaman sehingga terhindar dari ketertinggalan dan penurunan kualitas.

Tanpa menggarisbawahi perubahan iklim sebagai masalah antar-generasi, proyeksi iklim dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim akan tetap kurang sempurna dan jauh dari kata memadai dalam menghadapi tantangan yang membentang di depan mata.

Dr Agus Supangat bertugas di Sekretariat Dewan Nasional Perubahan Iklim sebagai Koordinator Divisi Peningkatan Kapasitas Penelitian dan Pengembangan

Editor : Nasru Alam Aziz
 

Sabtu, 14 Agustus 2010

Laba-laba Raksasa Memangsa Burung

Sabtu, 14 Agustus 2010 | 10:16 WIB
telegraph
Foto laba-laba memangsa burung mengejutkan ahli marga satwa , foto itu diambil di daerah Atheron, dekat hutan tropis Queensland, Australia.


KOMPAS.com — Joel Shakespeare, seorang petugas yang bekerja di Australian Reptile Park, menyatakan, laba-laba tersebut merupakan jenis Golden Orb Weaver. “Biasanya mereka menangkap serangga besar… sangat jarang mereka menangkap seekor burung,” ungkapnya kepada ninemsn.com.

Selain itu, dia menambahkan, laba-laba Golden Orb Weaver ini ukurannya sebesar telapak tangan manusia, tetapi spesies yang sama di bagian utara daerah itu diketahui ukurannya lebih besar lagi.

Menurut pihak Museum Queensland, burung tersebut adalah jenis Chestnut-breasted Mannikin. Joel Shakespeare menambahkan, “Burung itu pasti terbang ke arah sarang laba-laba tersebut dan terjerat di sana, laba-laba itu akan menyantapnya habis.”

“Laba-laba itu akan menggunakan racunnya untuk melunakkan dagingnya dan apa yang tersisa hanyalah 'bungkusnya',” ujarnya.

Pihak Museum Queensland, Greg Czechura, mengatakan, ”Memang diketahui secara umum, laba-laba jenis ini menangkap burung berukuran kecil, tetapi hal ini jarang terjadi. Laba-laba ini membangun sarang yang sangat kuat, tetapi dia tidak akan menggigit dan menyerang burung itu hingga burung itu lemah kehabisan tenaga,” ujarnya.

Laba-laba Golden Orb Weaver ini membangun pusaran jeratnya yang kuat dengan kandungan protein yang tinggi karena dia sangat bergantung padanya untuk menangkap serangga besar sebagai mangsanya. (telegraph.co.uk)

Sabtu, 24 Mei 2008

SBY-Kalla Korbankan Karier Politik

Saturday, 24 May 2008




SERBU SPBU, SPBU di Jalan Tamblong Kota Bandung dipadati ratusan motor dan mobil yang akan mengisi BBM tadi malam. Masyarakat pengendara kendaraan bermotor sudah memadati SPBU di berbagai lokasi sejak sore kemarin menjelang pengumuman kenaikan harga BBM tadi malam yang mulai diberlakukan pukul 00.00 WIB dini hari tadi. Beberapa menit menjelang tengah malam, antrean mulai mencair.


JAKARTA(SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih memilih mengorbankan karier politik dengan menaikkan harga BBM. Presiden berpandangan, kebijakan menaikkan harga BBM harus ditempuh untuk menyelamatkan perekonomian.

”Beliau lebih baik merisikokan karier politiknya, popularitas politiknya. Namun, pemimpin harus mengambil putusan untuk kepentingan rakyat,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng seusai menerima delapan orang perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia di Gedung Bina Graha Jakarta kemarin.

Pemerintah tadi malam secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi. Premium naik Rp1.500 (33,33%) menjadi Rp6.000 per liter dari sebelumnya Rp4.500 per liter.Kemudian, solar naik Rp1.200 (27,90%) menjadi Rp5.500 per liter dari Rp4.300, serta minyak tanah menjadi Rp2.500 per liter, atau naik Rp500 (25%) dari harga sebelumnya Rp2.000.

Kenaikan harga BBM dinyatakan mulai berlaku dini hari tadi mulai pukul 00:00 WIB. ”Kenaikan rata-ratanya 28,7%,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro saat memberikan keterangan pers kenaikan harga BBM di Jakarta tadi malam. Kenaikan harga BBM berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 12/2008 tertanggal 23 Mei 2008.

Menurut Purnomo,kenaikan harga BBM harus dilakukan lantaran lonjakan harga minyak dunia telah menyebabkan subsidi membengkak. ”Karena itu, perlu disesuaikan harga jual untuk jenis BBM tertentu bagi konsumen tertentu,”katanya.

Di tempat terpisah,Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla mengakui, dalam jangka pendek, popularitas dirinya dan SBY akan turun seiring kenaikan harga BBM. Namun, kenaikan harga BBM diperlukan untuk memperbaiki dan menyehatkan kondisi ekonomi Indonesia yang terimbas lonjakan harga minyak mentah dunia.

”Kami memilih, SBY memilih, perbaiki ekonomi, sehatkan ekonomi dibandingkan popularitas. Sulit memang, tapi kita memilih itu,” kata Wapres. Pemerintah, lanjut Kalla, tidak bisa menjamin BBM tidak akan naik lagi jika harga minyak mentah dunia melampaui USD200 per barel.

Menurut Kalla, saat ini tidak ada analis yang mampu memprediksi harga minyak mentah dunia. Meski demikian, harga minyak mentah dunia bisa turun jika faktor eks-ternal seperti di Amerika Se-rikat, Iran,danNigeriaberakhir.

”Kemungkinan turun juga ada karena harga ada ba-tasnya. Tidak mungkin sampai besar sekali karena kalau harga tinggi sekali, demand-nya juga langsung turun,” tutur Kalla. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu optimistis kenaikan harga BBM sebesar 28,7% tidak akan berpengaruh besar terhadap harga bahan pokok.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman kenaikan BBM tahun 2005 lalu, kenaikan harga-harga pokok berkisar antara 1-5 %. Depdag, lanjutnya, akan melakukan koordinasi terhadap kelompok pengusaha agar berhati-hati menaikkan harga. ” Tidak akan ada kenaikan yang tinggi terhadap harga barang-barang pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengimbau para pengusaha untuk mengurangi beban yang ditanggung buruh dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.Pemerintah tengah membicarakan imbauan ini dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat kerja. Pengurangan beban, jelasnya, bisa dilakukan dengan menaikkan biaya transportasi dan uang makan.

”Memang hanya industri besar yang bisa melakukan ini, karena yang kecil masih menyesesuaikan dengan tekanan lain,” ujarnya. Fahmi menambahkan,terkait kenaikan harga BBM,pemerintah segera menerbitkan beberapa insentif baru bagi dunia usaha.

”Pajak Penjualan Barang Mewah juga akan segera dicabut.Tim tarif sudah setuju tinggal menunggu waktu pencabutan, bulan depan selesai diharapkan,”jelas Fahmi. Dengan adanya innsentif ini, diharapkan sektor terkait antara lain elektronik, automotif, dan tekstil bisa terus berkembang. Sedangkan untuk industri kecil dan menengah, menurutnya, peme-rintah mengintensifkan program kredit usaha rakyat (KUR).

”Jadi kita memberi dukungan kelancaran usaha kecil dalam memperoleh kredit usaha,” kata Fahmi. Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menegaskan, pengusaha bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dilarang menaikkan tarif kelas ekonomi sampai keputusan resmi soal perubahan tarif dirilis Dephub. Menhub mengatakan, akan ada pengenaan sanksi kepada pengusaha yang melanggar.

”Saya akan minta dinas perhubungan untuk mengawasi,”ujarnya.Namun, Menhub belum bersedia bicara soal bentuk sanksi yang akan dijatuhi bila terjadi pelanggaran. Secara lisan,Menhub telah menetapkan toleransi kenaikan tarif bus AKAP sebesar 15%. Adapun untuk AKAP non-ekonomi, penetapan tarifnya diserahkan kepada pasar.

Sedangkan bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP), tarif ditetapkan oleh pe-merintah daerah setempat dan angkutan pedesaan juga perkotaan menjadi kewenangan wali kota atau bupati. Jusman memastikan, besaran kenaikan sebesar 15% mampu menutup lonjakan biaya operasional perusahaan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar 28,7%.

Bebani Rakyat
Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Gus Dur, Ali Masykur Musa menilai,kenaikan harga BBM membuktikan pemerintah tidak mempunyai nurani. Sebab, kenaikan BBM terjadi di tengah himpitan ekonomi yang sulit.

”Pendapatan rakyat hanya cukup untuk makan.Di sisi lain, ini menjelang tahun ajaran baru.Pasti jumlah rakyat miskin akan meningkat,” ujarnya. Dia mengatakan, atas kebijakan kenaikan BBM tersebut, Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) akan menempuh langkah politik di DPR. ”DPP PKB memerintahkan FKB untuk menggunakan hak angket di DPR dan menggalang kekuatan dengan fraksifraksi lain,”katanya.

Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo juga menegaskan langkah fraksinya untuk menggalang hak angket.Fraksi PDIP mengaku sudah melakukan pendekatan dengan fraksi lain untuk melakukan tersebut. Menurut Tjahjo, kenaikan BBM akan menambah kemiskinan dan pengangguran bagi rakyat. Karena itu partainya akan menentang kebijakan tersebut.

Juru Bicara Komite Bangkit Indonesia Adhie Massardi mengatakan, keputusan menaikkan harga BBM menunjukkan bahwa pemerintah sudah tidak mendengar suara rakyat.Karena itu,menu-rutnya, raktyat tidak perlu mengikuti pemerintah. ”Rakyat pasti akan tinggalkan pemerintah,” kata Adhie tadi malam.

Komite Bangkit Indonesia, kata Adhie, akan berkonsolidasi dengan rakyat untuk menciptakan kekuatan,tanpa pemerintah. Pihaknya akan memberikan pendidikan segala bidang kepada rakyat untuk dapat mandiri. Adhie memprediksi, rakyat akan membuat gerakan sendiri, seperti pemogokan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah.

”Tanpa perlu kita dorong, itu otomatis,”katanya. Chief Economist Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kenaikan harga BBM sebesar 28,7% akan mendorong kenaikan inflasi sekitar 2%.Ancaman infalsi akan mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate hingag menjadi 9%.”Tapi kita masih cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi,” kata dia kepada SINDO di Jakarta kemarin. (TIM SINDO)