Sabtu, 13 April 2013

Bangkitkan Lagi Dunia Komik Indonesia!

Retro MAN 50 Tahun Berkarya

 
Penulis: Alsadad Rudi | Jumat, 12 April 2013 | 21:09 WIB 
 
 
Alsadad Rudi
Mansyur Daman saat pembukaan acara pameran Retro MAN 50 Tahun Berkarya di Bentara Budaya Jakarta pada Kamis (11/4/2013) malam yang merupakan acara untuk memperingati 50 tahun berkaryanya Mansyur di dunia komik Indonesia  


JAKARTA, KOMPAS.com - Gencarnya serbuan komik-komik asing di Indonesia, terutama komik-komik dari Jepang dan Amerika Serikat, dapat dijadikan acuan untuk membangkitkan lagi dunia komik indonesia yang mulai lesu sejak era 1990-an.
Kemampuan anak negeri dalam menghasilkan karya-karya terbaik tidak bisa dianggap sebelah mata, terlebih ditunjang dengan kecanggihan teknologi saat ini yang semakin mempermudah para komikus.

Namun harus diakui, untuk dapat membangkitkan lagi dunia komik Indonesia, diperlukan dukungan penuh dari pemerintah. Hal itu sangat vital jika kita ingin melihat kembali komik-komik karya anak negeri berjaya di negeri sendiri.

Demikian dikatakan Mansyur Daman (67), komikus senior Indonesia seusai pembukaan acara pameran Retro MAN 50 Tahun Berkarya yang merupakan acara untuk memperingati 50 tahun berkaryanya MAN di dunia komik Indonesia. MAN adalah inisial dari Mansyur Daman.

"Kemampuan gambar dan menghasilkan ide cerita anak Indonesia tidak kalah. Zaman sekarang telah diberi segala kemudahan dan semakin banyak referensi. Teknologi cetak juga sangat membantu. Zaman saya dulu, hasil cetak lebih jelek dari aslinya, tetapi sekarang sudah terbalik," kata Mansyur di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (11/4/2013) malam.

"Di negara maju, komikus mendapat apresiasi dan di sana sudah jadi sebuah industri. Kalau dari segi karya saya pikir tidak ada bedanya. Di Amerika banyak komikus yg kualitas menggambarnya di bawah komikus indonesia," ujar Mansyur.

Mansyur juga mengomentari adanya pemahaman sebagian masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa dunia komik hanya untuk anak-anak. Mansyur mengharapkan cara pandang yang seperti itu segera hilang jika ingin melihat komik-komik Indonesia berjaya kembali.

Menurut Mansyur, pola pikir yang seperti itu memang tidak bisa serta-merta hilang dari masyarakat karena telah ada sejak lama. Dia bahkan sempat menceritakan pengalamannya saat pertama kali merintis karir sebagai seorang komikus. Saat itu, ayahnya sendiri bahkan tidak terlalu antusias saat hasil karyanya pertama diterbitkan.

"Dulu saya tidak dipahami oleh ayah saya. Dia bertanya, 'Kenapa kamu cuma menggambar terus setiap hari?' Pertama kali karya saya diterbitkan, saya sangat bangga karena untuk pertama kali hasil-hasil gambar saya dibukukan. Hasil karya itu saya bawa pulang, tetapi sampai di rumah saya bingung kepada siapa saya ingin lihatkan. Saya lihatkan ke bapak saya, dia cuma bilang, 'Oh, iya." Pdahal enggak dilihat," kata Mansyur.

"Banyak film-film besar di Holywood itu semuanya dari komik. Cerita komik saya dengan judul New World Order yang memuat teori konspirasi itu juga kan bukan cerita anak-anak," ujar Mansyur.

Pameran Retro MAN 50 Tahun Berkarya, yang dibuka pada Kamis (11/4/2013) malam, akan berlangsung sampai dengan Sabtu (20/4/2013). Acara yang dipusatkan di gedung Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan Nomor 17, Jakarta Pusat, ini memamerkan seluruh komik-komik karya MAN yang total berjumlah 83 judul selama 50 tahun kariernya di dunia komik Indonesia.

Acara tersebut diprakarsai oleh para pembaca setia komik-komik Mansyur Daman serta didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kompas Gramedia, Bentara Budaya Jakarta dan sejumlah sponsor lainnya.

"Selamat dan terima kasih tak terhingga kepada Pak MAN yang telah konsisten berkarya selama 50 tahun sehingga kita semua bisa menikmati dan akhirnya berkumpul di waktu, tempat dan acara yang baik ini," kata Ketua Panitia acara DR Iwan Gunawan saat memberikan kata sambutan.

Selain mengadakan pameran, selama 10 hari diadakannya acara juga akan diisi sejumlah kegiatan seperti diskusi, workshop, lomba, pemutaran sejumlah film yang pernah diangkat dari komik-komik karya Mansyur Daman, bazar, serta peluncuran komik-komik terbaru dari sang komikus senior ini.

Editor : Laksono Hari W

Tidak ada komentar: